Kemendag Boyong 150 Gerobak untuk PKL di Sulbar

Wacana.info
Penyerahan Bantuan Gerobak dari Kemenag untuk Kabupaten Mamuju, Majene dan Mamasa. (Foto/Manaf Harmay)

MAMUJU--Kabar gembira bagi Pedagang Kali Lima (PKL) di Sulawesi Barat. Bantuan berupa gerobak lengkap dengan ragam kelengkapannya diserahkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk 150 PKL di kabupaten Mamuju, Majene dan Mamasa.

Sekretaris Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag, Sailendra dalam kunjungannya di kabupaten Mamuju, Selasa (12/10) menjelasakan, sebanyak 150 unit gerobak tersebut diharapkan mampu menstimulasi kesejahteraan PKL yang ada di tiga kabupaten tersebut.

"Jadi, konsep besarnya adalah bagaimana agar PKL ini tidak sampai meninggalkan kesan bahwa mereka bikin kumuh wajah kota di suatu daerah," beber Sailendra pada penyerahan bantuan sarana usaha perdagangan oleh Kemendag yang dipusatkan di kantor Bupati Mamuju.

Penyerahan Bantuan dari Kemendag ke Pemkab Mamasa. (Foto/Manaf Harmay)

Yang juga disemogakan Kemendag, bantuan tersebut bisa mendongkrak kesejahteraan PKL. Jika dulunya omzet mereka Rp 50 Ribu perhari, paling tidak naik menjadi Rp. 200 Ribu perharinya.

"Kami ingin pastikan bahwa setiap bantuan itu bukan hanya tersampaikan dengan baik. Tapi manfaatnya juga harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat," harapnya.

Wakil Bupati Mamuju, Irwan Pababari, Wakil Ketua DPRD Mamuju, Andi Dodi Hermawan, Plt Kadis Perdagangan Mamuju, Imelda Pababari, serta Anggota DPD-RI, Andri Prayoga Putra Singkarru turut hadir pada kegiatan tersebut. Puluhan kepala OPD serta pejabat lingkup Pemkab Mamuju juga menghadiri penyaluran bantuan itu.

Irwan Pababari sendiri tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya atas pendistribusian bantuan tersebut. Kata dia, Mamuju sebagai wajah utama provinsi Sulawesi Barat memang perlu untuk ditata secara lebih baik lagi.

Keberadaan PKL yang selama ini dianggap sebagai salah satu penyebab semerawutnya kota Mamuju bisa ditekan dengan penyaluran bantuan dari Kemendag di atas.

"Kami memang sangat membutuhkan bantuan seperti ini. PKL yang banyak tersebar di beberapa jalan utama di kota Mamuju perlu di back up pemerintah. Kami harus akui, kami tidak begitu berdaya untuk meng-cover atau memfasilitasi aktivitas mereka," beber Irwan Pababari.

Ibu kota Negara yang oleh pemerintah pusat direncanakan bakal dibangun di provinsi Kalimantan Timur, bikin Mamuju sebagai daerah penyangga mesti mempersiapkan segala sesuatunya. Termasuk dengan menata aktivitas PKL agar tak lagi menjadi sumber kesemerawutan wajah kota.

"Kami butuh supporting yang lebih besar lagi. Bagaimana agar kami di sini bisa fokus, dan bantuan seperti ini kami masih sangat berhatap bisa diwujudkan dalam jumlah yang lebih banyak lagi," begitu kata Irwan Pababari.

DPD-RI sebagai Jembatan Kepentingan Daerah

Sebagai perwakilan masyarakat Sulawesi Barat di 'Jakarta' sana, Anggota DPD-RI, Andri Prayoga Putra Singkarru merasa berkewajiban untuk berbuat sesuatu yang postif bagi Sulawesi Barat. Dalam sambutannya pada kegiatan yang dipusatkan di aula lantai III kantor Bupati Mamuju itu, Andri menguraikan, 150 gerobak bagi PKL untuk tiga kabupaten itu merupakan buah dari diskusi panjangnya dengan Sekretaris Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag, Sailendra beberapa waktu lalu.

"Kemarin sudah sampaikan ke Pak Sailendra supaya Sulbar diperhatikan juga, khususnya di bidang kuliner, dan kebetukan pas dengan program yang ada di Kementerian perdagangan," beber Andri, anggota Komite II, DPD-RI itu.

Andri Prayoga Putra Singkarru. (Foto/Manaf Harmay)

Andri berharap, pemerintah daerah bisa dengan bijak mengelola para PKL yang ada di masing-masing kabupaten di Sulawesi Barat. Bantuan berupa gerobak lengkap dengan ragam peralatannya itu, kata Andri, bisa dimanfaatkan untuk menata aktivitas PKL yang jauh lebih baik.

"Diharapkan nanti adalah kedepannya ada tempat untuk kuliner ada di satu tempat tersendiri. Tidak menganggu pejalan kaki, tidak menganggu pejalan umum. Kita akan manfaatkan di tempat khusus untuk kuliner," jelasnya.

Masih kata Andri, dengan pengelolaan PKL yang lebih baik, sektor pariwisata di suatu daerah secara otomatis bakal ikut terdongkrak. Apalagi, kuliner di Indonesia nyatanya memberikan sumbangsih sebanyak 40 Persen di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tahun 2017.

"Jadi ini harus kita rancang dengan sebaik-baiknya. Program ini langsung ke masyarakat sehingga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian PKL juga," tutup Andri Prayoga Putra Singkarru. (Naf/B)