Pemprov Pastikan Ibu Kota Sulbar Tetap di Mamuju

Wacana.info
Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraeni Anwar. (Foto/Manaf Harmay)

MAMUJU--Dokumen peralihan status kabupaten Mamuju menjadi kota kini telah benar-benar siap. Oleh Komite I DPD-RI, Mamuju untuk berstatus kota akan direalisasikan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Anggraeni Anwar menjelasakan, perubahan status Mamuju menjadi kota bakal menjadi penegasan tentang status Mamuju sebagai ibu kota provinsi Sulawesi Barat. Tak ada opsi untuk memindahkan ibu kota ke wilayah lain.

"Tidak ada itu (opsi pemindahan ibu kota provinsi). RTRW-nya Mamuju kan sudah selesai, sudah siap semuanya. Semua prasayaratnya sudah selesai. Baik untuk kota Mamuju dan kabupaten Balanipa, sudah selesai," tegas Enny saat ditemui saat menghadiri sebuah acara di Vila Bogor, Majene, Kamis (5/12).

Apa yang disampaikan Wakil Gubernur di atas sekaligus menepis isu tentang pemindahan ibu kota provinsi Sulawesi Barat. Awalnya, wacana pemindahan ibu kota provinsi itu mencuat lantaran dokumen RTRW kabupaten Mamuju yang belum rampung.

"Tentu memang Pemprov sangat mengharapkan agar Mamuju segera menjadi kota. Karena itu memang jadi persyaratan untuk ibu kota provinsi. Jadi kita selalu mendukung itu, bahkan sejak beberapa tahun lalu sudah kita lakukan," sambung Enny.

Selain pembentukan kota Mamuju, pemerintah provinsi Sulawesi Barat juga mendorong terbentuknya kabupaten Balanipa. Meski kabupaten Balanipa masih harus dihadapkan pada moratorium pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB).

"Kita akan tetap ikuti prosesnya dulu. Sekarang kan ada di DPD, tentu nanti akan dibahas juga di DPR. Nanti kan Mendagri akan dipanggil. Saya kira tidak ada masalah, karena kota Mamuju itu tidak mesti menunggu dibukanya moratorium pemekaran Daerah Otonomi Baru. (Naf/A)