Beda Persepsi antara DPD dengan DPW Soal Rekomendasi PAN di Pilkada Mamuju, Kok Bisa ?

Wacana.info
Ketua DPW PAN Sulbar, Muhammad Asri Anas dan Ketua DPD PAN Mamuju, Masramjaya. (Foto/Istimewa)

MAMUJU--DPP PAN resmi menerbitkan rekomendasi dukungan kepada kandidat calon Bupati Mamuju, Siti Sutinah Suhardi. Rekomedasi bernomor 51/PILKADA/XI/2019 diserahkan langsung oleh Ketua DPD PAN Mamuju, Masramjaya kepada Siti Sutinah Suhardi baru-baru ini.

Rekomendasi tersebut bersifat sementara. Sebab masih ada tiga poin utama yang dipersyaratkan DPP PAN untuk segera dipenuhi oleh Tina; sapaan akrab Siti Sutinah Suhardi. Itulah kenapa, rekomendasi tersebut baru diteken oleh tim Pilkada pusat, DPP PAN.

Pemilukada Mamuju tahun 2020 merupakan momentum menguji konsistensi PAN dalam urusan usung mengusung kandidat calon Kepala Daerah. Sebab di Pemilukada Polman beberapa tahun lalu, partai berlambang matahari terbit itu nyatanya menerbitkan rekomendasi ke salah satu kandidat, sekaligus menyerahkan SK usungannya ke kandidat lainnya, hhmm...

Kondisi serupa bukan tidak mungkin bakal terjadi di Pemilukada Mamuju. Rekomendasi memang telah digenggam Tina, tapi bukan tidak mungkin di ujung jalan nanti, justru figur lain yang akan mengantongi SK usungan.

"SK soal siapa yang akan didukung oleh PAN (di Pemilukada Mamuju) baru akan diputuskan pada Januari  tahun 2020. Rekomendasi kerja kita berikan sesuai usulan dan rekoemndasi DPD PAN Mamuju. Mengenai siapa yang akan didukung oleh PAN di Pilkada 2020 di mamuju, itu akan diputuskan oleh DPP PAN dan DPW PAN Sulbar pada bulan Januari tahun 2020," beber Ketua DPW PAN Sulawesi Barat, Muhammad Asri Anas kepada WACANA.Info, Minggu (1/12) malam.

Rekomendasi DPP PAN untuk Siti Sutinah Suhardi. (Foto/Istimewa)

Masih oleh Asri, Rekomendasi dukungan yang kini di tangan Tina sama sekali belum dapat dijadikan pegangan kuat terkait arah dukungan PAN di Pemilukada Mamuju, lembar rekomendasi itu baru ditandatangani oleh tim Pemilukada, DPP PAN, bukann oleh Ketua Umum dan Sekjen.

"Ini berarti Sutinah baru mendapat dukungan 35 Persen. Belum 100 Persen. Banyak pertimbangan PAN akan mendukung sutinah," sambung dia.

Asri, mantan Senator asal Sulawesi Barat itu bahkan mengatakan, salah satu syarat yang hendaknya dipenuhi oleh Tina jika benar-benar menginginkan SK PAN adalah ia mesti menggandeng kader PAN. Termasuk hitung-hitungan peluang menang, serta kemampuan membangun daerah serta komunikasi politik.

"Kita akan lihat perkembangan dalam dua bulan ini. Saya diminta Ketua Umum memantau langsung perkembangan di lapangan," cetus Asri.

Ditegaskan Asri, sejumlah hal tetap akan dijadikan pertimbangan sebelum menaikkan level rekomendasi itu ke penerbitan SK. Bukan tidak mungkin bagi PAN, lanjut Asri, akan ada kandidat lain yang justru akan merebut SK PAN itu jika dalam dua bulan ini pergerakan Tina dianggap tidak maksimal.

"Rekomendasi PAN tidak ada bedanya saat Pak Salim Menggga mendapat rekomendasi maju Pilkada polman. Tetapi akhirnya yang dapat SK dukungan adalah Andi Ibrahim Masdar, sebab Pak Salim waktu itu tidak mengandeng kader PAN sbagai wakil. Kami berharap Sutinah memanfaatkan maksimal posisi rekomendasi kerja ini," ujarnya.

Nama Munandar Wijaya Mencuat, Masramjaya: Siapa Kader PAN yang Benar-benar Siap untuk Maju ?

Statement dari Muhammad Asri Anas di atas jelas kontradiktif dengan apa yang di beberapa hari ini terus digaungkan oleh Ketua DPD PAN Mamuju, Masramjaya. 

Masram yang sejak beberapa hari terakhir berkeyakinan kuat rekomendasi DPP PAN untuk Tina itu akan ditindaklanjuti dengan penerbitan SK bagi Tina pasca kongres PAN beberapa bulan mendatang.

Menurut Masram, selama tiga poin yang dipersyaratkan PAN dapat dipenuhi Tina, maka mustahil adanya SK yang nantinya akan diterbitkan tidak memuat nama putri Anggota DPR RI, Suhardi Duka itu.

"Untuk Pilkada Mamuju, saya meyakini tugas yang diberikan DPP bisa dipenuhi Ibu Sutinah. Yang pasti, DPP PAN tidak akan mengeluarkan bgitu saja rekomendasi kepada kandidat. Saya pun meyakini, pada akhirnya SK untuk Pilkada Mamuju tetap kepada Sutinah dan pasangannya," tegas Masramjaya via WhatsApp, Senin (2/12).

Penyerahan Rekomendasi PAN ke Tina. (Foto/Manaf Harmay)

Merujuk ke rekomendasi DPP PAN untuk Sutinah Suhardi dengan nomor bernomor 51/PILKADA/XI/2019, tiga poin yang dipersyaratkan DPP PAN agar segera dapat dipenuhi oleh Tina masing-masing; menugaskan kepada Tina untuk mencari pasangan sebagai calon Bupati atau calon Wakil Bupati, mendapatkan koalisi Parpol lain untuk memenuhi persyaratan pencalonan di Pemilukada 2020, serta melakukan komunikasi intensif dengan DPW, DPD, DPC, dan DPRt PAN untuk menggerakkan mesin partai dan membuat program pemenangan Pemilukada tahun 2020.

"Di rekomendasi itu kan jelas tiga poin. Kalau soal kader PAN (yang harus digandeng Tina), ini keinginan semua, bagus kalau ada kader. Pertanyaannya, siapa kader PAN sekarang yang benar-benar siap untuk maju ?. Yang kembalikan formulir pendaftaran bakal calon Bupati saja cuma ada dua orang, Sutinah dan petahana," cetus Masram, pria yang juga Ketua Komisi III DPRD Mamuju itu.

Hal yang mungkin tak banyak diketahui publik dari beda persepsi antara Asri dengan Masram tersebut adalah munculnya nama Munandar Wijaya. Mantan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat itu disebut-sebut jadi satu-satunya nama yang oleh disuarakan Asri Anas agar bisa sepaket dengan Tina di Pemilukada Mamuju.

Masramjaya mengungkapkan, pada pelaksanaan Rakor Pemilukada di DPP PAN, 30 Oktober 2019 lalu, Asri Anas sendiri yang menyampaikan sekaligus mempresentasekan soal arah dukungan PAN ke Tina. Itu semua, kata Masram, tercatat sangat detail dalam notulensi rapat di DPP PAN.

"Saat rapat, ketua DPW PAN Sulbar menyampaikan agar sebisa mungkin mengusung Munandar sebagai pendamping Sutinah. Pertanyaannya, Munandar kader PAN atau bukan ?. Kalau dijadikan kader PAN, sah-sah saja, itu bsa terjadi," ungkap Masramjaya.

Munandar Wijaya adalah satu dari sekian nama yang belakangan kian kencang bersosialisasi atas pencalonannya di Pemilukada Mamuju tahun depan. Putra Bupati Mamasa, Ramlan Badawi itu selain dikenal sebagai mantan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat, ia pun punya catatan panjang selama berkarir di partai Gerindra. (Naf/A)