Menguji Konsistensi PAN di Pilkada Mamuju

Wacana.info
Penyerahan Rekomendasi DPP PAN ke Siti Sutinah Suhardi. (Foto/Manaf Harmay)

MAMUJU--Siti Sutinah Suhardi jadi satu-satunya kandidat yang direkomendasikan PAN untuk maju di Pemilukada Mamuju tahun depan. Itu dibuktikan dengan penyerahan lembar rekomendasi DPP PAN bernomor 51/PILKADA/XI/2019 kepada Sutinah di salah satu rumah makan tekemuka di kota Mamuju, Sabtu (30/11) kemarin malam.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, surat rekomendasi tersebut berisikan tugas kepada Sutinah untuk memenuhi tiga poin utama yang dipersyaratkan DPP PAN sebelum SK partai berlambang matahari itu benar-benar terbit. 

Mencari pasangan, mencukupkan syarat koalisi partai pengusung dan berkomunikasi ke seluruh jenjang kepengurusan PAN, adalah tiga hal utama yang wajib dilakoni Sutinah jika menginginkan SK DPP PAN untuk maju di Pemilukada Mamuju.

Rekomendasi PAN untuk Siti Sutinah Suhardi. (Foto/Istimewa)

Dalam penjelasannya, Ketua DPD PAN Mamuju, Masramjaya menegaskan, terbitnya rekomendasi untuk Sutinah Suhardi tersebut merupakan bukti betapa ia dan gerbong PAN berkomitmen untuk sama-sama memenangkan Siti Sutinah Suhardi di Pemilukada Mamuju. 

"Kami pada prinsipinya menilai secara obyektif. Tidak ada istilah kami lebih berat ke salah satu kandidat dari pada yang lain. Setelah proses itu kami lalui, kami menyimpulkan bahwa yang benar-benar serius untuk membangun koalisi bersama PAN adalah Ibu Sutinah," beber Masram sesaat sebelum menyerahkan rekomendasi DPP PAN kepada Tina; sapaan akran Siti Sutinah Suhardi malam itu.

Rekomendasi DPP PAN itu 'hanya' ditandatangani oleh tim Pilkada pusat, DPP PAN, Viva Yoga Mauladi dan Yandri Susanto. Masram menjelasakan, jia tiga syarat utama seperti yang telah diurai di atas benar-benar telah dipenuhi oleh Tina, maka DPP PAN akan menerbitkan SK yang telah diteken oleh Ketua Umum PAN dan Sekjen.

Rekomendasi PAN untuk Pilkada Polman Awalnya untuk Salim S Mengga. (Foto/Istimewa)

"Apalagi kami baru akan menggelar kongres tahun depan, dan itu sebelum pelaksanaan Pilkada. Jadi otomatis, rekomendasi ini akan diganti dengan SK yang akan ditandatangani oleh Ketua dan Sekjen PAN hasil kongres nanti," urai Masramjaya.

Atas lehirnya rekomendasi PAN itu, Tina tak kuasa menyembunyikan kegembiraannya. Ia pun bersyukur, di keadannya yang sampai detik ini belum sepaket dengan figur manapun, PAN masih tetap membuktikan komitmennya untuk tetap bersama memenangkan Pemilukada Mamuju.

"Dan Insya Allah, Dalam waktu dekat, tiga poin syarat dari PAN itu akan kita penuhi," ucap Tina yang malam itu hadir mengenakan kemeja berwarna putih.

Soal siapa figur yang bakal jadi tandemnya di Pemilukada nanti. Tina menegaskan, saat ini survei telah ia turunkan. Penting bagi Tina untuk mengetahui tingkat popularitas dan elektabilitas deretan nama calon pendamping, sebelum ia benar-benar memutuskan siapa tandem putri Bupati Mamuju dua periode, Suhardi Duka itu di Pemilukada Mamuju 2020.

"Akhir Desember, Insya Allah sudah bisa kita umumkan. Tiga syarat itu, segera akan kita penuhi. Terima kasih dari saya untuk saudara-saudaraku di PAN atas rekomendasinya, Insya Allah apa yang menjadi harapan kita semua dapat sama-sama kita wujudkan bersama," pungkas Siti Sutinah Suhardi.

Rekomendasi PAN yang Pernah ke Lain Hati 

Sutinah Suhardi tak boleh lantas jemawa pasca lembar rekomendasi PAN telah ia genggam. Partai bentukan Amin Rais itu rupanya punya catatan kelam untuk urusan konsistensi atau komitmen terkait materi dalam rekomendasi ke kandidat calon Kepala Daerah.

Dalam catatan WACANA.Info, di Pemilukada Polman beberapa tahun lalu, PAN pernah ke lain hati, antara rekomendasi dan SK yang diterbitkan DPP PAN kala itu diberikan kepada dua figur berbeda. 

Awalnya, PAN menyerahkan rekomendasi dukungannya ke Salim S Mengga, sementara sang petahana; Andi Ibrahim-Masdar-Muhammad Natsir Rahmat-lah yang berhak menggunakan SK PAN untuk mendaftar ke KPU Polman.

Ajbar, yang waktu itu duduk di jabatan Ketua DPD PAN Polman berdalih, SK DPP PAN yang akhirnya jatuh ke pangkuan Andi Ibrahim Masdar-Muhammad Natsir Rahmat lebih merupakan hak prerogatif DPP PAN. Bukan ranah DPD PAN Polman untuk menjelasakan latarbelakang kondisi tersebut.

SK PAN yang Akhirnya Jatuh ke Tangan Andi Ibrahim Masdar-Muh Natsir Rahmat. (Foto/Istimewa)

"Kalau saya lihat, urusan rekomendasi iitu tergantung seberapa kuat pendekatan kontestan ke pengurus DPP," sebut Ajbar, pria yang kini duduk di kursi DPD RI itu kepada WACANA.Info saat dihubungi 17 November 2017.

Melihat fakta di atas, belum lagi agenda kongres PAN yang rencananya bakal dihelat sebelum Pemilukada tahun depan, bikin status rekomendasi PAN yang kini dimiliki Tina boleh dikata belum benar-benar aman. 

Masramjaya yang dikonfirmasi tentang kondisi mengaku sama sekali tak mengkhawatirkan rekomendasi PAN untuk Pemilukada Mamuju. Jika tiga poin yang dipersyaratkan PAN untuk Tina benar-benar dipenuhi oleh Ketua MPC Pemuda Pancasila Mamuju itu, maka rekomendasi PAN tetap akan berujung SK bagi Siti Sutinah Suhardi.

"Garansinya itu adalah di DPP, setelah muncul tahapan Pilkada ini dengan lahirnya rekomendasi. Ada kesepakatan di internal rapat harian bahwa yang pertama, seandainya ada SK keluar sebelum kongres, itu tidak mempengaruhi. Yang kedua, ada kesepakatan di pengurus harian bahwa tidak boleh lagi terjadi (perubahan rekomendasi). Ini kan di pengurus harian aroma kongres sekarang ini kan beragam pendapat, tentunya beragam kepentingan. Tetapi memang ada kesepahaman soal rekomendasi ini," urai Masram.

Masramjaya yang Ketua Komisi III DPRD Mamuju itu mengatakan, apapun kesepakatan yang sudah diputuskan menyangkut rekomendasi di Pemilukada, hendaknya tetap dipatuhi oleh semua pihak. 

"Tidak boleh berubah, apa yang sudah terbangun dari awal. Sebab oleh DPP itu mendengar langsung aspirasi dari DPD. Pokoknya pertanyaan di sana itu, bagaimana DPD-nya, siapa yang direkomendasikan. Kalau itu, saya haqqul yakin ini tidak akan berubah. Kecuali tiga syarat dalam rekomendasi itu tidak dipenuhi oleh kandidat," tutup Masramjaya.

Tina yang Percaya ke DPD PAN Mamuju

Kubu Siti Sutinah Suhardi menaruh kepercayaan besar kepada DPD PAN Mamuju di bawah komando Masramjaya dalam urusan rekomendasi Pemilukada. Direktur perspektif Mamuju, Yuslifar menegaskan, pihaknya sama sekali tak meragukan komitmen DPD PAN pada upaya pemenangan Tina di Pemilukada Mamuju.

Direktur Perspektif Mamuju, Yuslifar. (Foto/Net)

"Kami haqqul yakin, rekomendasi itu tidak akan berubah," ujar Yuslifar yang ditemui di sekretariat DPD Demokrat Sulawesi Barat, Minggu (1/12) petang.

Apalagi, lanjut Yuslifar, Tina sudah sejak awal telah bersepakat tentang banyak hal bersama PAN dalam menata kabupaten Mamuju yang jauh lebih baik. 

"Termasuk tiga syarat yang ada di rekomendasi PAN itu. Kami ini sudah menyatakan siap, dan akan memenuhi tiga syarat dari PAN itu. Jadi, tidak ada alasan yang rasional bagi kami untuk PAN merubah rekomendasi itu. Saya kira tidak lah," begitu kata Yuslifar. (Naf/A)