Pospenas di Bandung, Pesantren Baruga Kirim Tiga Santri

Wacana.info
Tiga Santri, Plus Satu Official Dikirim Pondok Pesantren Ihyaul Ulum DDI Baruga ke Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Tingkat Nasional (POSPENAS) ke-VIII di Bandung, Jawa Barat. (Foto/Istimewa)

BANDUNG--Tiga orang santri putra Pondok Pesantren Ihyaul ‘Ulum DDI Baruga diberangkatkan untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Tingkat Nasional (POSPENAS) ke-VIII tahun 2019. Pospenas ke-VIII sendiri digelar di kota Bandung, Jawa Barat.

Ketiganya sudah diberangkatkan sejak Sabtu 23 November pekan kemarin.

Dihubungi via sambungan telekomunikasi virtual, anggota tim official yang mendampingi ketiga santri tersebut, Muhammad Abrar menyampaikan, baru pada hari ini (26/11) lomba akan digelar di sejumlah tempat yang telah disiapkan oleh panitia nasional. 
Sebelumnya pembukaan Pospenas baru digelar pada Senin (25/11) kemarin malam.

"Baru tadi malam pembukaan. Kan sebelumnya kemarin seluruh official tim dipanggil untuk mengikuti technical meeting terkait teknis-teknis perlombaan," ujar Abrar itu dikutip dari rilis media yang diterima WACANA.Info.

Abrar menambahkan, pembukaan Pospenas kian meriah dengan penampilan senam bugar insani oleh ratusan santri asal Jawa Barat. 

Tak hanya itu dalam berbagai parade kesenian di hadapan Menteri Agama, Fachrul Razi dan pejabat daerah setempat, pertunjukan kesenian lokal turut melengkapi suasana riuh acara pembukaan Pospenas ke-VII di kota Kembang itu. 

"Sekaligus tadi malam Pak Menteri menyerahkan piala bergilir," sambung dia.

Pada Pospenas kali ini, tiga santri Baruga yang diberangkatkan masing-masing Muhammad Asram, Muhammad Irsan dan Abdul Salam. Mereka tak hanya terdistribusi untuk cabang olahraga saja. 

Ketiganya juga akan berpartisipasi untuk cabang seni. 

"Misalnya Muhammad Asram dan Muhammad Irsan, mereka mengikuti cabang olahraga atletik kategori lari 200 Meter dan 800 Meter. Sementara Abdul Salam diplot untuk mengikuti lomba pidato Bahasa Indonesia,” urai Abrar.

Terkait kesiapannya, secara umum kata Abrar, ketiganya cukup siap, meski pada kompetisi tingkat nasional merupakan laga perdana mereka untuk unjuk kemampuan. 

"Ini tentu menjadi motivasi tersendiri yah. Oleh karenya dibutuhkan kesungguhan mereka dan pelatih untuk menyiapkan diri. Itu sebabnya sejak awal memang kami mempersiapkan mereka untuk menuju tingkat nasional. Bukan sekedar menambah durasi tetapi juga dengan melakukan evaluasi setiap materi latihan mereka. Jadi saya pikir ini cukup bagi mereka untuk berlaga di tingkat nasional," bebernya.(*)