Gedung Lama DPRD Mamuju, Riwayatmu Kini

Wacana.info
Gedung Lama DPRD Mamuju yang Kini Sudah Dipagari, Proses Pengerjaan Landscape dan Taman Kota Mamuju Sudah Dimulai. (Foto/Manaf Harmay)

MAMUJU--Yang tersisa tinggal puing-puingnya saja. Gedung lama DPRD Mamuju kini tinggal kenangan. Hanya ada aktivitas alat berat dan beberapa pekerja proyek yang tampak di hamparan luas yang dulunya tempat gedung legislatif kabupaten Mamuju itu berdiri kokoh.

Proyek pembangunan landscape, tower dan taman kota akan jadi wajah utama di lahan yang hari ini menyisakan tumpukan material bekas keperkasaan gedung tempat membahas hajat hidup masyarakat Mamuju tersebut. Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang kabupaten Mamuju, Salihi Saleh menjelaskan, di tahun 2019 ini, akan ada beberapa proyek pekerjaan yang ditargetkan selesai di lokasi tersebut.

"Pertama, kan gedung lama ini dibongkar untuk pembangunan landscape taman kota. Pada tahun 2019 ini akan dilakukan pembangunan tiang pancang. Jadi setelah pembersihan ini, yang akan dilakukan lebih awal adalah pemasangan pagar, kemudian pembersihan, kemudian target 2019 ini adalah pemasangan tiang pancang. Kurang lebih ada 70 tiang pancang yang akan dipasang," ujar Salihi Saleh kepada WACANA.Info, Kamis (21/11).

Proses Pengerjaan Landscape dan Taman Kota Mamuju (Foto Diambil Dari Kompleks Rumah Adat Mamuju/Manaf Harmay)

Tak hanya itu saja, Dinas PU dan Penataan Ruang kabupaten Mamuju juga menargetkan penyelesaian pembangunan jalan dan tahap awal pembangunan jembatan penghubung antara landscape dengan rumah adat Mamuju yang menurut Salihi Saleh, paket pengerjaannya terpisah dengan pembangunan landscape.

"kita akan bangun jembatan, menyeberang antara landscape dengan rumah adat. Kemudian jalan di samping DPRD itu akan ditutup, karena akan dijadikan bagian dari taman. Dan kita membangun jalan baru di samping PTSP. Lapangan tenis juga nanti tergusur, di sebelahnya lapangan tenis itu yang akan kita bangun jalanan," beber dia.

"Tahun ini dibangun jalanannya itu. Kalau jembatan tahun ini juga, tapi masih bagian bangunan bawahnya," sambung Salihi.

Proses pembangunan tower, ujar Salihi, akan dimulai tahun 2020 mendatang. Kecuali pemasangan tiang pancang yang proses pengerjaannya sudah dimulai tahun ini.

"Setelah itu dilanjutkan di 2020. Prioritas utama dulu itu pembangunan menara, kemudian itu taman," pungkas Salihi Saleh.

Informasi yang terpampang pada papan proyek di lokasi tersebut, proyek pembangunan landscape kota Mamuju itu dikerjakan oleh PT. Citra Persada Tunggal dengan total anggaran senilai Rp. 3.990.000.000. (Naf/A)