Kota Mamuju Memang Butuh Rusun

Wacana.info
Bersih-Bersih Rusun Kodim Mamuju Dalam Kegiatan Clean Up Day. (Foto/Manaf Harmay)

MAMUJU--Kian massif-nya pertumbuhan penduduk di kota Mamuju, plus lahan perumahan yang kian hari kian sulit, Rumah Susun (Rusun) dipandang jadi jalan keluar untuk menjawab tantangan kebutuhan tempat tinggal yang juga semakin meningkat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman provinsi Sulawesi Barat, Rachamd di sela-sela gerakan clean up day di Rusun Kodim, 1418 Mamuju, Minggu (27/08) kemarin. 

Dalam sambutannya, Rachmad mengatakan, lahan permukiman di kota Mamuju dari waktu ke waktu semakin sedikit. Di sisi lain, jumlah penduduk terus bertambah.

"Kenapa kita bangun Rusun, itu karena Mamuju hari ini sudah semakin sempit, penduduknya bertambah terus. Makanya penyediaan Rusun penting untuk kita fikirkan bersama," beber Rachmad di hadapan sejumlah peserta clean up day yang sempat hadir.

Gerakan clean up day sendiri diharapkan bisa menjadi pemantik kepedulian para penghuni Rusun dan seluruh masyarakat secara umum untuk sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan. Menurut Rachamd, clean up day di masa mendatang hendaknya tak sekedar melibatkan para penghuni Rusun saja.

"Kegiatan seperti ini mesti terus berlanjut. Penting memang untuk menjaminkan lingkungan Rusun yang bersih dan sehat," sambung dia.

Seluruh penghuni Rusun Kodim 1418 Mamuju serta puluhan personil dari SNVT Penyediaan Perumahan Rakyat provinsi Sulawesi Barat terlibat langsung dalam gerakan bersih-bersih lingkungan yang dibalut ke dalam tema utama clean up day itu. 

Kepala SNVT Penyediaan Perumahan provinsi Sulawesi Barat, Iskandar Ismail menyebut, clean up day adalah sebuah gerakan yang diinisasi pemerintah pusat untuk digelar di seluruh Indonesia.

"Ini penting untuk kita galakkan demi menjamin kepedulian dan komitmen kita dalam mewujudkan kebersihan dan kemanana lingkunangn Rusun. Mewujudkan lingkungan Rusun yang ideal khususnya bagi generasi milenial," tandas Iskandar Ismail. (*/Naf)