Serba Terbatas di Ulumanda Bikin Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa

Wacana.info
Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Menuntut Pemerintah Menuntaskan Perbaikan Jalan di Ulumanda, Majene. (Foto/Lukman Rahim)

MAMUJU--Ratusan massa dari berbagai organisasi mahasiswa berunjuk rasa di kantor Gubernur Sulawesi Barat, Rabu (10/04). Mereka mendesak pemerintah dan DPRD Sulawesi Barat untuk menuntaskan pembangunan jalan di kecamatan Ulumanda, Majene.

Aksi digelar di dua titik berbeda; kantor Gubernur dan gedung DPRD Sulawesi Barat. Koordinator aksi, Rijal menyebut, akses jalan di kecamatan Ulumanda sampai saat ini masih sangat memprihatikan. Kondisinya berlubang, hingga sangat sulit dilalui berbagai jenis kendaraan.

Pun dengan pelayanan dasar masyarakat. Rijal mengatakan, sudah ada dua kasus kematian akibat tidak tertanganinya pasien sebagaimana mestinya di Ulumanda. Tak lagi sempat dilarikan ke rumah sakit sebab akses jalan yang begitu parah.

Begitu juga dengan masalah pendidikan. Masih karena persoalan jalan, satu Sekolah Dasar di desa Tandeallo tak lagi melaksanakan proses belajar-mengajar akibat guru yang tidak datang. Alasannya lagi-lagi karena akses jalan yang tak mungkin untuk dilalui.

Bahkan, gedung sekolah tersebut kini dijadikan gudang penyimpanan hasil perkebunan tanaman nilam oleh penduduk setempat. 

"Akibat lain dari akses jalan yang sangat buruk mengakibatkan harga bahan pokok atau Sembako beberapa kali lipat lebih mahal dari harga pada umumnya," tegas Rijal.

Rijal menjelaskan, serba terbatas di Ulumanda itu sudah berlangsung sejak lama. Bahkan hingga di masa kepemimpinan Gubernur Ali Baal Masdar sekarang, janji perbaikan akses jalan itu tak kunjung terealisasi.

Kepala Bappeda provinsi Sulawesi Barat, Junda Maula menjelaskan, saat ini, pemerintah telah merampungkan tahapan untuk proses realisasi pembangunan jalan di sana.

"Sudah siap anggarannya, Rp 9 Miliar," sebut Junda.

Junda mengaku, bukan hal mudah untuk memastikan akses jalan itu benar-benar bagus jika masih mengandalkan pembiayaan dari APBD murni. Menurut Junda, jalan di Ulumanda tersebut baiknua diusulkan menjadi jalan nasional.

Usulan itu diambil setelah menelaah jumlah anggaran yang dibutuhkan dan kesiapan dana pemerintah provinsi yang dianggap tak cukup selama satu periode.

"Anggaran itu tidak cukup memang. Oleh sebab itu perintah Pak Sekda selaku orang yang asli dari Ulumanda, memerintahkan untuk menyelesaikan jalan itu Pak Junda, tidak mungkin kita bisa tangani lewat APBD. Usulkan di pusat. Kita sementara usulkan dialihkan status menjadi jalan nasional," urai Junda Maulana. (Keto/A)