Febrianto Wijaya, Figur yang Dikenal Akrab dengan Anak Muda

Wacana.info
Febrianto Wijaya. (Foto/Istimewa)

MAMUJU--Mendengar nama Febrianto Wijaya, publik mungkin berkesimpulan bahwa ia adalah anggota DPRD Kabupaten Mamuju yang kini duduk di puncak kesuksesan. Legislator partai Demokrat itu juga lebih dikenal sebagai orang yang begitu konsen di dunia olahraga. Wabil khusus sepak bola.

Tahun 2018, Anto, begitu dia disapa, dipercaya untuk mengembleng 'ramang muda' di Akademi PSM Makassar. Ia didapuk menjadi Direktur.

Anto juga dikenal sebagai pria yang banyak menginisiasi even, wadah bagi generasi muda Mamuju untuk berkreasi. Hampir seluruh aktivitasnya bermuara ke soal bagaimana masyarakat, khususnya generasi muda dapat menyalurkan bakat mereka.

Tapi tak banyak yang tahu. Anto juga pernah merasakan bagaimana rasanya hidup dengan kondisi yang serba terbatas. Bahkan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, keluarganya sempat menggeluti usaha jualan kue.

"Saya ini berasal dari keluarga besar yang menggeluti bidang ekonomi. Masa lalu keluarga saya itu adalah pengumpul coklat, kopra dan cengkeh. Pada waktu itu kita pernah terpuruk, akhirnya kita menjual nasi kuning dan kue," beber Febrianto, Rabu (10/04).

Tekun dan sabar adalah dua kata kunci yang dipegang Anto dalam menjalani kehidupan yang serba pas-pasan kala itu. Hal itu laha yang mendorongnya untuk selalu berbuat sesuatu yang ujunganya bisa memberi manfaat bagi masyarakat luas.

"Sehingga keluarga saya bangkit menjadi kontraktor profesional yang ada di Mamuju, berkembang sampai mempunyai dua hotel. Satu mall. Itu sendiri adalah buah ketekunan," terang Anto.
     
Pemilu 2019 ini, ia  kembali bertarung untuk kursi DPRD Mamuju. Masih dari partai Demokrat, Anto ada di nomor urut 2 Dapil I Mamuju. 

Mengawal 'clean and clear governance'. serta kebijakan pemerintah atas pembangunan infrastruktur desa dan kota menjadi visi yang diemban Anto di periode selanjutnya.

"Harapan saya untuk warga kota Mamuju, terpenuhi semua hak dan sejahtera. Kemudian pembangunan kotanya maupun desa semakin baik dari tahun ke tahun," tuturnya.

Sektor pertanian dan kelautan juga menjadi konsen pria pencinta klub sepakbola Real Madrin itu. Pun dengan penguatan kapasitas para pelaku pelaku ekonomi kreatif dan UMKM.

Anak pertama dari tiga bersaudara itu mempunyai filosofi hidup, selain tekun, harus selalu menjaga kualitas. Tentu bicara kejujuran dan pengabdian.

"Konon kakek saya itu yang diceritakan bapak saya, bahwa biar mau runtuh, hancur, bagus, dan mau istimewa kota Mamuju, jangan pernah tinggalkan. Kasih besar pengabdian mu untuk membangun kota mu tercinta. Di mana bumi berpijak, di situlah kamu junjung," kenang pria yang lahir 20 Februari 1989 itu.

Anto mengungkapkan, sejak tahun 60-an, keluarganya sudah menetap di Mamuju. Perkembangan Mamuju dari tahun ke tahun mengalur di setiap nafas kehidupan keluarga Anto. Itu juga yang menjadi sebab perusahaan yang dirintis keluarganya dapat berkembang dengan baik.
 
"Jadi di situ saya mulai sadar sebagai generasi ketiga dari keluarga bahwa ternyata peran faktor ekonomi itu sangat besar, maksudnya menuntaskan pengangguran di Mamuju," ungkapnya. 

Anto mengajak warga Mamuju untuk terus berpikiran positif dan optimis menggapai masa depan. Tak ada yang mustahil, menurut Anto. Karena, tipikal warganya yang penuh kreatifitas, komitmen serta ramah adalah menjadi modal kuat menciptakan Mamuju lebih maju atau sejajar dengan wilayah lainnya.

"Jadi tetap berpikiran positif dan tetap kreatif, karena modal kita adalah kerja dan kreatifitas. Tidak memakai Narkoba, maka saya yakin kita sebagai warga Mamuju jadi orang yang hebat dari warga lainnya. Yang terpenting tumbuhkan keberanian, sisi kreatifitas serta kerja cerdas dan kerja keras," begitu urai Febrianto Wijaya. (ADV)