Proyek Peternakan Sapi di Beroangin Dianggap Menyimpan Masalah

Wacana.info
Lokasi Proyek Peternakan Sapi di Beroangin, Polman. (Foto/Istimewa)

MAMUJU--Proyek pengembangan peternakan sapi di Beroangin, Polman ternyata menyisahkan sejumlah problem. Terbitnya perjanjian yang ditandatangani Gubernur Sulawesi Barat bersama dengan BUMD PT Sulbar Agro Malaqbi dianggap sudah melenceng dari aturan.

Anggota DPRD Sulawesi Barat, Andi Mappangarra menilai, surat perjanjian tersebut melanggar aturan karena tak semestinya Dinas Pertanian dan Peternakan Sulawesi Barat menganggarkan penanganan kawasan tersebut.

Selain hal itu, kata Andi Mappangara, sejak terbitnya surat dari Menteri dan ditandatangani Gubernur perihal penanganan di Beroangin, seharusnya sudah ditangani BUMD. Namun sampai saat ini BUMD yang dimaksud belum sekalipun menyentuh lokasi tersebut.

"Anehnya adalah tiba-tiba dinas Pertanian dan Peternakan masuk menganggarkan Rp 4,8 Miliar. Nah sekarang saya tanya, apa dasar hukumnya Dinas Pertanian dan Peternakan masuk, karena itu masuk Hutan Produksi Terbatas (HPT)," sebut Andi Mappangarra, Senin (8/04).

"BUMD juga ini mencurigakan buat saya. BUMD bertandatangan di sini adalah BUMD PT Sulbar Agro Malaqbi. PT Sulbar Agro Malaqbi lahir di Desember tahun 2018 baru disahkan di situ Ranperdanya. Kenapa dia bertandatangan perjanjian kerjasama di bulan tiga tahun 2018. Kan ini dipertanyakan lagi legitimasinya bagaimana," cetus legislator Sulawesi Barat dari partai Demokrat itu.

Andi Mappangarra juga menyebut, pemerintah provinsi telah mengucurkan anggaran BKK ke Pemkab Polman sebesar Rp 2 Milliar. Aneh kata Andi, dalam anggaran tersebut juga dimuat tentang proyek peternakan sapi.

"Untuk di PU Rp 1 Milliar lebih, di Dinas Pertanian Rp 900 Juta lebih," urai Andi Mappangarra.

Mesti begitu, Andi Mappangara menegaskan, pihaknya akan mengawasi dan mempertanyakan hal tersebut. Menurutnya, suatu kewajiban bagi ia untuk menyampaikan segala masalah yang tersisa dari proses itu ke publik.

"Ini jelas-jelas salah," pungkas Andi Mappangara. (Keto/A)