Gandeng BI, Mahasiswa Unsulbar Bikin Lomba Pungut Sampah

Wacana.info
Ibu-Ibu yang Antusias Mengikuti Lomba Pungut Sampah di Majene. (Foto/Chaliq)

MAJENE--Berbagai cara dilakukan untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat tentang petingnya menjaga kebersihan lingkungan. Salah satunya dengan menggelar lomba memungut sampah, Minggu (23/12) kemarin.

Kegiatan yang dipusatkan di bantaran sungai Saleppa, kelurahan Banggae, Majene itu diinisiasi oleh Mahasiswa Gerakan Indonesia Baru (GenIB) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) bekerja sama dengan Relawan siaga 86 dan Rumah Tahanan kela IIB Majene. 

Peserta lomba yang terbilang unik tersebut didominasi oleh para remaja putra dan putri pelahar sejumlah Sekolah Menengah Atas dan Mahasiswa Perguruan Tinggi. Mereka terlihat begitu antusias mengikuti lomba memungut sampah yang berhadiah jutaan rupiah itu.

Panitia menyiapkan karung plastik berukuran 100 Kilogram untuk digunakan mengumpulkan sampah. Peserta diminta mengumpulkan sampah sebanyak-banyaknya dalam kurun waktu dua jam. Oleh panitia, sampah yang dikumpulkan dibagi antara sampah organik dan non organik. Misalnya plastik dan dan dedaunan kering.

Peserta dipersilahkan memungut sampah yang berada di lingkungan Saleppa, Lipu dan sekitarnya. Sampah yang dikumpulkan bisa juga berasal dari rumah mereka sendiri.

Aslan Sidang, penggagas relawan 86 menyebut, kegiatan tersebut merupakan salah satu cara untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Lomba ini juga diikuti kalangan ibu rumah tangga dari warga sekitar. Ibu-ibu itu tampak begitu antusias mengikuti lomba. Hal itu dibuktikan dengan besarnya jumlah sampah yang mereka kumpulkan. 

Suriana, Ibu rumah tangga yang menjadi peserta lomba itu bahkan sukses mengumpulkan 10 karung sampah bersama komunitasnya Gerakan Saleppa Mappacing.

Suriana berharap, kegiatan seperti itu dapat dilaksanakan sesering mungkin. Menurutnya, lomba semacam itu juga dapat menjadi ajang silaturahim dan berdampak pada kebersihan lingkungan mereka masing-masing.

"Ini bagus, dan bisa jadi contoh bagi masyarakat lainnya," ujar Suriana kepada WACANA.Info.

Riski, perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat punya harapan yan besar agar kegiatan tersebut bisa merubah perilaku masyarakat Majene untuk lebih peka terhadap kebersihan lingkungan.

"Bukan pada hari ini saja, tapi dampaknya bisa terus berlanjut," kata dia.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut adalah salah satu bentuk kepedulian Bank Indonesia terhadap lingkungan dan merupakan program nasional yang digagas BI di beberapa daerah di Indonesia.(Rumi/B)