Pemkab Majene Siap Tanggung Biaya Pengobatan Atlet yang Cidera

Wacana.info
Bupati Majene, Fahmi Massiara saat Menyerahkan Medali ke Salah Seorang Atlet di Porprov Majene. (Foto/istimewa)

MAJENE--Pemerintah kabupaten Majene siap menanggung semua biaya pengobatan bagi atlet asal Majene yang mengalami cidera saat berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi Porprov) ke-III Sulawesi Barat.

Dika (15), salah satunya. Atlet balap kuda yang mengalami cidera patah tulang dan luka di bagian kepala. 

Bupati Majene, Fahmi Massiara mengatakan, dirinya sudah mengunjungi atlet tersebut. Kata dia, pihaknya telah membiayai pengobatan atlet Dika dan membuatkan kartu Jaminan Kesehatan.

"Saya sudah melihat kondisi atlet yang cidera. Ada beberapa atlet dari kabupaten lain yang juga cidera," ujar Fahmi yang ditemui Selasa (20/11).

Fahmi mengatakan, cidera yang dialami atlet tersebut awalnya memang tidak tercover dalam BPJS. Setelah melakukan berbagai upaya, kini pengobatan atlet itu telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

"Kami sudah berupaya sambungkan dengan asuransi, namun karena sudah terlambat didaftar jadi tidak bisa. Tapi sekarang sudah ada juga BPJS-nya," sambung Fahmi.

Untuk informasi, Dika terpaksa dirujuk ke Makassar. Ia harus mendapatkan perawatan intensif karena cidera yang dialaminya kala berlaga di arena pacuan kuda Sport Center Polman, Jumat (15/11) lalu.

Kepala Bidang Pelayanan Medis, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polman, Anita menyebut, Dika sempat dilarikan dengan Ambulance ke ruang UGD RSUD Polman. Namun cedera yang dialaminya perlu penanganan yang lebih lanjut sehingga dirujuk ke Makassar.

Anita juga menjelaskan, Dika tak dibiayai BPJS.

"Pasien itu masuk melalui jaminan umum karena BPJS tidak menanggung kalau penyakit disebabkan oleh hobi atau event pertandingan," kata dia saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, akhir pekan kemarin.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, atlet yang diketahui dikontrak oleh kontingen Majene tersebut mengalami cedera berupa kaki patah dan luka di bagian kepala karena terbentur benda tumpul. Dika ketahuan terjatuh setelah panitia melihat kuda tanpa joki berlari di arena. (Rumi/B)