Panas Sebelum Sandiaga Uno ke Subar, Hajrul: Santai Sajalah Bro...

Wacana.info
Hajrul Malik dan Muhammad Hatta Kainang. (Foto/Istimewa)

MAMUJU--Di detik-detik akhir sebelum kedatangan Cawapres nomor urut 2, Sandiaga Uno di Sulawesi Barat, suhu politik di provinsi ke-33 ini mulai memanas.

Serangkaian kegiatan yang telah disusun secara apik oleh tim pemenangan Prabowo-Sandi untuk dilakoni oleh Bang Sandi belakangan disorot oleh sang rival, tim pemenangan Capres-Cawapres, Jokowi-Ma'ruf.

Sekretaris tim pemenangan Prabowo-Sandi di Sulawesi Barat, Hajrul Malik pun mempertanyakan substansi dari tudingan curi start yang dialamatkan gerbong Jokowi-Ma'ruf tersebut. Kata dia, semua persiapan, termasuk konsultasi ke para pihak berwajib sudah ia lakukan demi suksesnya rangkaian kegiatan Sandiaga Uno selama di Sulawesi Barat.

"Apanya yang melanggar ?. Curi start-nya dimana ?. Bukannya tahapan kampanye sudah resmi dimulai sejak 23 September lalu ?. Sudah sejak beberapa hari ini, kami telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, termasuk membangun komunikasi dengan Bawaslu. Jadi, saya kira tidak ada masalah," ujar Hajrul Malik kepada WACANA.Info, Kamis (1/11).

Rencana kedatangan Sandiaga Uno di Sulawesi Barat disorot oleh tim pemengan Jokowi-Ma'fur Sulawesi Barat. Direktur Hukum dan Advokasi, Tim Pemenangan Jokowi-Amin Sulawesi Barat, Muhammad Hatta kainang dalam rilisnya menegaskan, Bawaslu dan Polda hendaknya memberlakukan pengawasan melekat atas kegiatan Sandiaga Uno selama di Sulawesi Barat.

"Kami meminta Bawaslu Sulbar dan pihak dan Polda Sulbar dengan kewenanganya untuk memperjelas bentuk kunjungan tersebut dengan memperlihatkan proses administrasi sesuai PKPU No 23 Tahun 2018 tentang kampanye Pemilihan Umum," ujar Hatta Kainang dalam rilis yang diterima WACANA.Info, Kamis (1/11).

Kata Hatta, agenda pertemuan yang dilaksanakan tim pemenangan pasangan Capres- Cawapres, Prabowo-Sandi dengan menghadirkan Sandiaga Uno di Mamuju jelas sarat dengan kepentingan yang berbau kampaneye. 

"Sebab tidak ada kepentingan lain yang sifatnya jelas Sadiaga ke Sulbar," sambung Hatta.

Hatta mengurai, fakta yang ia temuikan terkait kedatangan Bang Sandi tersebut ialah rangkaian kegiatannya selama di Sulawesi Barat difasilitasi Parpol pengusung Prabowo-Sandi. 

"Sehingga kami berkesimpulan ini kegiatan kampanye. Lagi pula ini dilaksankan di tempat umum dengan melibatkan orang banyak. Beda halnya ketika itu dilaksanakan di sekretariat salah satu Parpol pendukung," urai Hatta.

Regulasi tentang apa dan bagaimana pelaksanaan kampanye Pemilu dan Pilpres 2019 itu sesungguhnya telah dimuat dalam PKPU Nomor 23 Tahun 2018. Di Bab IV dalam PKPU tersebut dirinci tentang metode kampanye. 

Pasal 23 ayat 1 PKPU Nomor 23 Tahun 2018 tersebut menjelaskan tentang beberapa poin yang dimaksud dengan metode pelaksanaan kampanye. Poin-poin itu diantaranya; pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye Pemilu kepada umum, pemasangan Alat Peraga Kampanye di tempat umum, Media Sosial, iklan media cetak, media elektronik, dan media
dalam jaringan, rapat umum, debat Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, serta kegiatan lain yang tidak melanggar larangan kampanye Pemilu dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Itulah kenapa, kegiatan Bang Sandi yang awalnya kita rencanakan digelar di Anjungan Pantai Manakarra, itu kita alihkan ke Matos. keputusan untuk mengalihakan tempat pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil dari koordinasi kami dengan teman-teman kepolisian dan Bawaslu," terang Hajrul Malik.

"Semua syarat sudah kita penuhi, termasuk dengan membangun komunikasi dengan pihak lain. Saya kira tidak ada masalah. Kalau dikatakan kampanye, ya memang kampanye. Ini kan kita sudah masuk dalam tahapan kampanye. Sama seperti pak Jokowi dan Ma'ruf Amin yang sering melakukan kampanye di beberapa tempat. Jadi, santai sajalah Bro," pungkas Hajrul Malik. (Naf/A)