Gelora Sumpah Pemuda Menggema di Balaroa dan Petobo

Wacana.info
Sumpah Pemuda yang Diucapkan di Lokasi Pengungsian. (Foto/Mursyid Syathir)

PALU--Duka yang tersisa pasca tragedi bencana Sulteng nyatanya tak menyurutkan semangat putra-putri generasi bangsa yang ada di Palu untuk ikut memperingati momentum Hari Sumpah Pemuda.

Hal itu terbukti lewat pembacaan naskah Sumpah Pemuda yang menggema di posko bermain anak di pengungsian Balaroa, Palu Barat, Minggu (28/10).

Di posko bermain yang dibentuk Yayasan Karampuang dan relawan gabungan itu, anak-anak korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi tersebut tampak kompak melantunkan narasi Sumpah Pemuda.

"Tanggal 28 Oktober ini, kami mengajak anak-anak di untuk bersama-sama mengucapkan ikrar hari sumpah pemuda. Pembacaan naskah dipimpin langsung oleh anak-anak Balaroa. Kami relawan Yayasan Karampuang yang mendampingi generasi penerus bangsa ini berharap agar mereka pulih dari trauma pasca bencana yang menimpa Palu," terang Andry Pramono, koordinator posko relawan kelompok II di Balaroa.

Selain di Balaroa, pembacaan narasi Sumpah Pemuda juga menggelegar di posko bermain anak Pengungsian Petobo, Palu Selatan. Di posko ini, peringatan Sumpah Pemuda bahkan dikemas dengan upacara yang sederhana di bawah tenda posko bermain.

Secara kebetulan, momentum hari Sumpah Pemuda itu bertepatan dengan genap sebulan kejadian bencana yang memporak-porandakan kota Palu, 28 September 2018 lalu. Wilayah Balaroa dan Petobo jadi yang terparah akibat fenomena likuifaksi. (Uci/A)