Ogah Jadi DPO, Aria Menyerahkan Diri di Majene

Wacana.info
Aria bin Muhammad, WBP asal Palu yang Menyerahkan Diri di Majene. (Foto/Chali)

MAJENE--Aria bin Mahammad (41), salah seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan (Rutan) kelas II A Maisah Palu, Sulawesi Tengah menyerahkan diri ke Rutan kelas II B Majene.

Aria mengaku, pilihannya untuk menyerahakan diri merupakan inisiatifnya sendiri. Ia tak ingin masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) di kemudian hari. 

Narapidana kasus pembalakan liar atau illegal loging tersebut diketahui dilepas bersama sejumlah narapidana lain saat gempa mengguncang Palu, beberapa waktu lalu.

"Kami dibebaskan sementara dan diberikan waktu selama seminggu untuk kembali menyerahkan diri ke Rutan Palu," ungkap Arya di hadapam sejumlah wartawan, Rabu (24/10).

Bapak satu anak itu dijerat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 pasal 83 ayat 1 tentang kehutanan dengan hukuman 2 tahun penjara subsider 3 bulan. 

Saat gempa terjadi, Aria baru menjalani 5 bulan masa tahanannya.

Gempa yang meluluhlantakkan Palu, Donggala dan Sigi tersebut meninggalkan trauma bagi Aria hingga ia memilih ditahan di Rutan kelas II B Majene. Selain itu ia juga beralasan ingin dekat dengan anak dan istrinya di dusun Luaor, desa Bonde, kecamatan Pamboang, Majene.

"Di Rutan Palu tidak ada keluarga yang menjenguk Pak. Apalagi kalau lagi sakit," Aria mengungkapkan.

Sementara itu, Kepala Rutan kelas II B Majene, I Wayan Nurasta Wibawa mengapresiasi langkah Aria di atas. Menurutnya, keputusan tersebut harus di contoh oleh para WBP lain yang masih bebas berkeliaran.

"Semoga teman-teman lain yang masih berada di luar agar secara sadar melaporkan diri pada UPT pemasyarakatan Rutan atau Lapas setempat, atau bisa juga langsung ke Palu dan Donggala," ujar I Wayan Nurasta.

Masih kata I Wayan Nurasta, pihaknya saat ini tengah berupaya meminta beberapa dokumen penting di tempat asal Aria ditahan agar yang bersangkutan dapat ditampung di Rutan Majene. Upaya itu dilakukan karena permohonan dari Aria dan pihak keluarga.

"Saya sudah kordinasi ke divisi PAS Sulbar untuk izin itu dan di perbolehkan. Namun berkas sementara kami masih urus dengan pihak Rutan Maisa Palu," cetusnya.

Untuk saat ini, Aria yang melaporkan dirinya pada 19 Oktober pekan lalu ditampung di Wisma Pidana Umum dan bergabung bersama WBP lainnya.(Rumi/A)