Penting, Warna Urine Cerminkan Kondisi Kesehatanmu

Wacana.info
Ilustrasi. (Foto/Net)

JAKARTA--Sebagian besar dari kita tentu sering melihat urine yang berwarna keruh kekuningan, yang menandakan badan sedang mengalami dehidrasi.  Namun, tak hanya kuning keruh, warna lain air seni juga dapat memberikan informasi tentang adanya kondisi kesehatan di dalam tubuh. Tentu saja, gambaran penilaian dari warna-warna ini hanya akan menjadi garis besar. Semantara, dampak dan kondisi konkretnya amat bergantung pada individu per individu.

Berikut ini adalah gambaran tentang arti warna urine, seperti yang dikutip dari laman Dailystar.co.uk. 

1. Warna jerami pucat 
Ini adalah warna yang optimal dari air seni, tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap. Dr Luke Powles dari Bupa Health Clinics, mengatakan kepada Cosmopolitan, jika warna air seni lebih terang dari warna "jerami pucat" atau cenderung menjadi bening, maka itu menandakan kita minum lebih banyak dari yang dibutuhkan.

2. Kuning gelap/ jingga kekuningan 
Biasanya, urine yang berwarna gelap menandakan banyaknya kekurangan cairan pada tubuh. JIka air seni kita lebih dekat ke warna jingga kekuningan, itu menandakan tubuh membutuhkan tambahan air beberapa gelas lagi.  

3. Hijau 
Warna ini mungkin amat jarang terjadi, tapi bukan tak mungkin ditemukan. Warna hijau pada air seni tak menandakan adanya bahaya. Biasanya ini terjadi karena makanan yang kita konsumsi, seperti asparagus atau santapan dengan pewarna buatan. Kendati demikian, warna hijau pada urine juga bisa akibat konsumsi obat-obatan atau pun penyakit genetik langka.  

4. Merah 
Warna ini seperti ingin menunjukkan tanda bahaya. Tapi sebenarnya tidak selamanya begitu. Warna merah pada air seni bisa terjadi juga karena konsumsi makanan, misalnya bit atau pun buah naga. Dan, jika memang demikian, maka warna tersebut tak mengindikasikan sesuatu yang berbahaya.

Namun, Dr Powles menambahkan, kadang warna merah itu berasal dari darah yang mengindikasikan adanya masalah kesehatan, antara lain, kandung kemih, ginjal, infeksi tertentu, hingga kanker.  “Jika kondisi itu terjadi saat kita tak menyantap apa pun yang bisa menyebabkan warna itu, maka pergilah ke dokter untuk berkonsultasi," ungkap dia. (*/Naf)

Sumber: Kompas.com