Bukan Laporan, Pengacara Kharis Masukkan Aduan Tertulis ke Polda Sulbar

Wacana.info
Tim Pengacara Kharis saat Memasukkan Laporan Tertulis di Krimsus Polda Sulbar. (Foto/istimewa)

MAMUJU--Salah satu korban kasus pinjam meminjam uang di kabupaten Mamuju rupanya masih memberi tenggat waktu bagi pihak terkait untuk segera menyelesaikan pinjaman uang yang kini terus bergulir. 

Pengacara Kharis, Muh Arifain mengatakan, untuk alasan itu, hari ini pihaknya baru memasukkan aduan tertulis ke Polda Sulawesi Barat, bukan laporan.

"Jadi kami belum memasukkan laporan. Hari ini, kami resmi memasukkan aduan tertulis," uangkap Muh Arifain, Kamis (29/03).

Ia mengatakan, kliennya telah memberi pinjaman kepada G dan DY senilai Rp. 460 Juta. Meski pada perjalanannya, nominal itu sudah dilunasi sebanyak dua kali pembayaran masing-masing Rp 140 Juta dan Rp 62,8 Juta.

"Kami masih beri waktu selama seminggu untuk segera menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Kalau sampai tidak ada jalan keluar juga, maka aduan ini akan kami lanjutkan dengan laporan resmi ke Polda," tegasnya.

Muh Arifain, Direktur Veritas Law Farm Indonesia itu menjelaskan, aduan tertulis itu ia masukkan di Krimus Polda Sulawesi Barat.

"Saya melihat ini dari jabatan, bukan dari pribadi D dan DY. Untuk pidananya saya adukan D dan DY," begitu kata Muh Arifain.

Meski begitu, tak menutup kemungkinan bagi Muh Arifain untuk menggugat pemerintah kabupaten Mamuju.

"Kalau misalnya masih tidak ada etikad baik, saya akan gugat Pemda Mamuju di Perdata," pungkas Muh Arifain.

Menurutnya, patut diduga terjadi penyalahgunaan wewenang sehingga ia mengadukan kasus ini langsung ke Krimsus Polda Sulawesi Barat. (*/Naf)