Puan Maharani Minta Para Korban Banjir untuk Tetap Berhati-Hati

Wacana.info
Puan Maharani. (Foto/Manaf Harmay)

MAMUJU--Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani berkunjung ke Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (27/03) siang. 

Puan yang didampingi Wakapolri, Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin Kambo datang ke Mamuju untuk melihat langsung kondisi korban banjir bandang yang beberapa hari lalu meluluhlantahkan sebagian wilayah kota Mamuju.

Dalam kunjungannya tersebut, Puan Maharani, Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin Kambo serta rombongan menyempatkan diri berkunjung ke salah satu posko pengungsian di lingkungan Simbuang, kecamatan Mamuju.

Di hadapan ratusan warga korban banjir, Puan Maharani meminta para korban untuk tetap berhati-hati, meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca yang tak menentu.

"Kalau saya lihat kondisinya, memang cuacanya belum cukup mendukung. Apakah akan ada hujan lagi atau tidak. Tapi sepertinya, akan hujan lagi. Saya harap kita semua tapi berhati-hati, karena kmungkinan akan hujan lagi. Jangan sampai ada banjir lagi," kata Puan Maharani.

Data yang diterima Puan terkait jumlah korban musibah banjir akibat luapan sungai di kota Mamuju itu terdiri dari 819 Kepala Keluarga. Termasuk rumah yang terendam sebanyak 548 rumah.

"Saya juga akan mengkordinasikan dengan pemerintah pusat. Dan meminta Bupati bersama Gubernur untuk segera mencari apa penyebab banjir bandang ini," begitu kata Puan Maharani.

Turut mendampingi kunjungan Puan Maharani dan Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin Kambo hari itu, Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar, Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Anggraeni Anwar, Kapolda Sulawesi Barat, Brigjen Pol Baharuddin Djafar, Danrem 142 Tatag, Kolonel Inf Taufiq Shobri, Bupati Mamuju, Habsi Wahid, Ketua DPRD Mamuju, Suraidah Suhardi, serta sejumla 'orang penting' Sulawesi Barat lainnya.

Pada kesempatan itu pula, baik Puan Maharani maupun Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin Kambo sama-sama menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada para korban banjir. Termasuk uang tunai senilai Rp. 250 Juta yang diperuntukkan bagi pemaksimalan upaya perbaikan inrastruktur dasar bagi para korban banjir. (Naf/A)