Kasus Pinjam Meminjam Uang Pemkab Mamuju Masih Berproses

Wacana.info
Dir Krimum Polda Sulbar, Kombes Pol Yaved Duma Parembang. (Foto/Manaf Harmay)

MAMUJU--Polda Sulawesi Barat hingga kini masih meproses laporan dugaan penipuan dalam kasus pinjam meminjam uang di kabupaten Mamuju. Penegasan itu sekaligus jawaban atas ucapan pengacara senior Hotman Paris Hutapea yang menyebut kasus tersebut belum diproses aparat kepolisian di Sulawesi Barat.

Hal itu dijelaskan Dir Krimum Polda Sulwesi Barat,  Kombes Pol Yaved Duma Parembang saat ditemui di ruang kerjanya Senin (26/03) pagi.

Kepada WACANA.Info, Yaved Duma Parembang pun membeberkan kronologis penanganan kasus yang belakangan kembali menjadi perhatian publik itu.

"Bagi kami, proses ini masih berjalan. Korban datang di sini atas nama Hamzah pada tanggal 27 September 2017. Ia melaporkan bahwa meraka ditipu oleh pelaku atas nama G yang saat itu menjabat sebagai bendahara di salah satu dinas. Katanya pinjam dana untuk kegiatan operasional Bupati dan Wakil Bupati," ungkap Yaved Duma Parembang.

Dari penuturan Yaved, Hamzah tidak sendiri. Masih ada 2 orang korban lainnya yakni Rosdiana dan satunya lagi korban yang juga berinisial G. Total uang yang dipinjam oleh pelaku G sejumlah Rp. 760 Juta.

"Caranya, pelaku yang dilaporkan itu menelpon ke korban dan janjian datang ke rumah dan di bank," sambung Yaved.

Proses penanganan kasus tersebut pun berlanjut setelah tanggal 27 Septrember 2017 lalu, pihak Polda Sulawesi Barat telah membuat LP terkait keterangan para korban.

"Dan dilakukan gelar perkara serta dikeluarkan surat SP2HP bahwa kasusnya ditangani oleh Subdit II dan akan dilakukan tindak lanjut dengan penyelidikan," kata Yaved.

Sebelumnya diberitakan, unggahan Hotman Paris di akun instagramnya, @hotmanparisofficial berujung perdebatan di tengah publik. Dalam video yang telah viral itu, pengacara yang banyak menangani kasus-kasus besar tersebut menerima laporan dari salah seorang warga Sulawesi Barat seputar dugaan pinjam meminjam yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Mamuju.

"Pada tanggal 28 Februari 2018 dilakukan gelar perkara setelah didapatkan alat bukti dan perkara itu cukup alat bukti sehingga ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan. Kita langsung memeriksa para saksi dan melengkapai berkas penyidikan termasuk terakhir kita memeriksa Ibu Rosdiana pada tanggal 14 Maret 2018, dan dituangkan dalam BAP saksi. Kemarin kami meminta saksi lagi, tapi berhalangan hadir. Kita periksa seluruh saksi baru kita periksa G yang statusnya sudah dunaikkan sebagai tersangka," urai Yaved.

"Saya mau bilang bahwa tidak benar jika dikatakan laporan ini tidak ditindaklanjuti. Kasus ini masih berproses dan tetap berjalan," pungkas Kombes Pol Yaved Duma Parembang. (Naf/A)