Genangan Air Sampai ke Leher, Korban Mencapai 300 KK

Wacana.info
Proses Evakuasi Korban Banjir. (Foto/Facebook)

MAMUJU--Banjir besar melanda sejumlah kawasan di kabupaten Mamuju, Kamis (22/03). Musibah tersebut disebut-sebut jadi musibah banjir terparah yang pernah terjadi.

Banjir terasebut disebabkan luapan sungai Karema, Mamuju pasca hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Sulawesi Barat sejak hingga dini hingga Kamis jelang siang.

Genangan air bahkan mencapai leher orang dewasa.

Salah seorang warga yang menjadi korban banjir, Murni mengaku, air mulai naik pada pukul 06:00 Wita dari belakang rumah mereka.

"Parahnya, sekitar pukul 07:00 - 09:00 karena air sampai leher. Harta saya semua hilang. Uang, ATM dan harta lainnya. Kita kaget karena langsung bunyi dari belakang rumah," ungkap Murni.

Akibat musibah itu, ratusan rumah warga terendam banjir. Puluhan di antaranya hanyut terseret air di lingkungan Simbuang, Simboro.

Sejumlah kios-kios dagang warga yang berjajar di Jalan Soekarno Hatta, Jalan Gatot Suboroto dan warga BTN Haji Basir di Jl. RE. Marthadinata serta warga Jalan Jenderal Sudiman jadi korban terparah.

Banjir juga merendam gudang Bulog Mamuju, sekitar 300 Ton beras Bulog rusak.

Kapolres Mamuju, AKBP Arvan bersama Dandim 1418 Mamuju Letkol Inf Jamet Nijo menjelaskan, sekitar 300 keluarga yang menjadi korban banjir dahsyat hari itu.

"Ada sekitar 300 KK yang menjadi korban banjir. Tapi yang dievakuasi hanya sekitar 100. Mereka dievakasi di Mako Polres dan Mako Kodim," urainya.

Banjir terjadi di 6 desa/kelurahan di Kacamatan Mamuju dan Simboro. Masing-masing kelurahan Karema, Simboro, Binanga, Rimuku, Rangas dan desa Sese. Namun, yang terparah ada di lingkungan Simbuang, kelurahan Simboro, kecamatan Simboro.

"Untuk evakuasi ini, sekitar 100 Prajurit TNI dan 300 Personel Polri yang diturunkan menyelamatkan warga dari banjir," simpulnya. (*/Naf)