Kata Gubernur Soal ‘Mundur Berjamaah‘ dari Para Dokter; Berikan Saya Waktu

Wacana.info
Ali Baal Masdar saat Menrima Unjuk Rasa PMII. (Foto/sulbarprov.go.id)

MAMUJU--Aksi 'mundur berjamaah' dari belasan dokter spesialis di RSUD regional Sulawesi Barat minggu lalu belakangan jadi perhatian publik. 

Lewat gambar surat dari komite medik RSUD regional Sulawesi Barat yang banyak beredar di media massa, belasan dokter tersebut memutuskan mundur dari statusnya sebagai ASN, plus tak lagi ingin memperpanjang kontrak kerja di rumah sakit kebanggaan masyarakat Sulawesi Barat itu.

Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar pun akhirnya merespon 'mundur berjamaah' dari belasan dokter spesialis di atas. Saat menerima aksi unjuk rasa dari sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesua (PMII) di kantor Gubernur, Senin (11/12), Ali memberikan penjelasannya.

"Berikanlah saya waktu. Saya ini baru enam bulan menjabat dan tentunya satu persatu akan kita benahi bersama-sama. Salah satunya banjir, Alhamdulillah saat ini rumah sakit sudah tidak banjir lagi," kata Ali Baal saat menerima aksi unjuk rasa.

Dikutip dari laman resmi pemerintah Sulawesi Barat, sulbarprov.go.id, PMII mendesak pemerintah agar memberi dukungan kepada para tenaga medis yang ada di RSUD untuk menjalankan tupoksinya masing-masing. 

Mahasiswa juga meminta pemerintah agar segera menghadirkan dokter pengganti dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, serta meminta Polda untuk mengusut dan memberikan tindakan tegas kepada belasan dokter itu karena dianggap merugikan masyarakat dan negara.

PMII juga mendesak Ikatan Dokter Indonesia untuk memberi sanksi kepada belasan doketr yang mengundurkan diri secara sepihak. Dan, mendesak kepada pemerintah agar menyajikan pelayanan kesehatan yang baik. 

"Saya meminta kepada anak-anakku yang demo saat ini untuk bersabar. Dan tentunya dokter-dokter yang ada di rumah sakit akan kita kembalikan lagi dan berbicara dengan baik. Mereka telah disekolahkan dan ada kontrak yang mengikat. Tidak mungkin seenaknya mereka untuk mundur karena ada aturan yang mengikat sebagai ASN," sambung Ali Baal. 

"Semua butuh proses, dan saya berjanji dalam waktu dekat ini, pelayanan rumah sakit regional akan berjalan dengan normal kembali," simpul Ali Baal Masdar. (*/Naf)