Asri Anas: Gubernur Salah, Wakil Gubernur Kurang Tepat

Wacana.info
Asri Anas. (Foto/Net)

MAMUJU--"Saya mengharapkan Gubernur dan Wagub bisa menampakkan semangat kebersamaan dalam membangun Sulbar,". Hal itu ditegaskan Anggota DPD RI asal Sulawesi Barat, Muhammad Asri Anas.

Dihubungi kemarin, Asri ikut mengomentari langkah Wakil Gubernur, Enny Anggraeni Anwar yang membuka fakta soal tidak dilibatkannya ia pada proses pembahasan dan penyusunan dokumen RPJMD. 

Saat membawakan sambutannya pada paripurna pengesahan RPJMD di DPRD Sulawesi Barat belum lama ini, isteri mantan Gubernur, Anwar Adnan Saleh itu memang mengakui bahwa dirinya sama sekali tak dilibatkan pada proses pembahasan dan penyusunan 'kitab suci' perencanaan pembangunan Sulawesi Barat di lima tahun mendatang tersebut.

Jika memang benar Gubernur Ali Baal Masdar tak melibatkan Enny pada pembahasan RPJMD, Asri menganggap itu adalah sebuah kekeliruan yang dilakukan oleh seorang Gubernur.

"Salah jika Gubernur tidak melibatkan wakilnya dalam penyusunan RPJMD. (Sebab) Undang-Undang pemerintahan daerah menyebut mereka paket dan pasangan," cetus Asri via Whatsapp.

Di saat bersamaan, pria asli Tapango, Polman itu juga menganggap keputusan Enny yang membuka kondisi hubungan kerjanya dengan Ali Baal di hadapan publik juga merupakan hal yang keliru.

"Begitupun Wagub. Kurang tepat mengungkapkan komentar yang bisa interpretatif bahwa pemerintahan kita nggak solid," kata Asri.

Gubernur dan Wakil Gubernur mestinya bisa bersinergi. Saling mengisi satu sama lain demi tujuan kesejahteraan masyarakat lewat program nyata.

"Saya berharap Gubernur dan Wagub jangan menampakkan ke masyarakat perpecahan dan disharmonis. Mereka dipilih untuk membangun Sulbar dengan merealisasikan janji-janjinya. Jika baru berjalan beberapa bulan laku nggak harmonis, tentu masyarakat kecewa," terang Asri.

Jika memang benar sedang tidak harmonis, Asri berharap agar kondisi tersebut segera diakhiri dengan sesegera mungkin mewujudkan janji kampanye Ali Baal Masdar dan Enny Anggraeni Anwar.

"Kalau merwka nggak akur, wajar kalau masyarakat kecewa. Saya pribadi berharap ini diakhiri," simpul Asri Anas. (Naf/A)