Tak Ada Firasat Apapun Sebelum Amri Sanusi Wafat, Kecuali...

Wacana.info
Kondisi Rumah Duka Amri Sanusi di Mamuju. (Foto/Lukman Rahim)

MAMUJU--Mantan Wakil Gubernur Sulawesi Barat akhirnya kembali ke haribaan Ilahi, Minggu (19/11) malam di kediamannya di Talasalapang, Makassar. 

Kini, jenazah Almarhamun telah berada di Mamuju setelah semalam langsung dibawa dari Makassar untuk disemayamkan di rumah duka, jalam Urip Sumoharjo Mamuju.

Pihak keluarga mengaku sama sekali tak menyangka kepergian Wakil Gubernur Sulawesi Barat pertama hasil Pemilukada langsung itu. Pun begitu dengan firasat, pihak keluarga sedikitpun tak memiliki firasat aneh atau tanda-tanda akan kepergian Almarhum.

"Sekitar satu jam sebelum ada kabar, saya baku telpon ji. Tanya kabar, bagaimana, Bapak sudah tiba, sudah istirahat,?," kenang putra Almarhum, Farid, Senin (20/11).

"Tidak lama, selang satu jam mungkin, saya kaget. Ada Telpon dari Ibu kalau Bapak meninggal," ungkapnya.

Diceritakan Farid, belakangan memang ada perilaku aneh dari Almarhum. Beliau sudah tak ingin bertatap muka dengan orang saat berbicara.

"Biasanya Bapak kalau mau pergi dicium pipinya. Tapi terakhir ini, memang sudah tidak mau," urai Farid.

Haerul, putra bungsu Almarhum Amri Sanusi punya cerita lain. Ia mengenang saat terakhir Almarhum berada di Mamuju. Ia sempat diminta untuk memijit punggung sang Ayah. 

"Tapi memang waktu saya pijit sebelum berangkat ke Makassar, Beliau memang tidak berhenti ber-istighfar," sebut Herul.

Almarhum Amri Sanusi lahir di Budong-budong, Mamuju 66 silam. Kepergiannya meninggalkan 3 anak dan 9 orang cucu.

Rencananya setelah disemayamkan, jenazah Almarhum Amri Sanusi akan disholatkan di Masjid Nurul Iman, Rimuku. Oleh pihak keluarga, TPU jalan Husni Thamrin rencananya akan jadi tempat peristirahatan terakhir Wakil Gubernur Sulawesi Barat pertama hasil Pemilukada langsung tahun 2006 itu. (Keto/A)